FoMO: Mengapa Kita Takut Tertinggal Saat Melihat Pencapaian Orang Lain?
Pernahkah kita merasa tertinggal hanya karena melihat kehidupan orang lain?
Beberapa Teman sudah bekerja, ada yang melanjutkan kuliah, menikah, atau mencapai sesuatu yang kita inginkan. Tanpa sadar, muncul pertanyaan, “Kok aku belum sampai di sana?” Padahal, tidak ada perlombaan yang sedang kita ikuti.
Perasaan takut tertinggal ini dikenal sebagai Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kekhawatiran bahwa orang lain sedang mengalami sesuatu yang menyenangkan atau berharga sementara kita tidak mengalaminya. FoMO dapat mendorong seseorang untuk terus mengikuti aktivitas orang lain, terutama melalui media sosial (Tandon et al., 2021). Ketika kehidupan orang lain menjadi ukuran diri. Media sosial membuat kita semakin mudah melihat pencapaian orang lain. Masalahnya, kita sering membandingkan kehidupan kita secara keseluruhan dengan potongan kehidupan orang lain.
Penelitian menunjukkan bahwa FoMO berkaitan dengan penggunaan media sosial yang lebih intens dan penggunaan yang bermasalah (Fioravanti et al., 2021). Dalam prosesnya, kita dapat masuk ke dalam siklus : Melihat kehidupan orang lain → membandingkan diri → merasa kurang → takut tertinggal → kembali mencari informasi.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa social comparison dan self-esteem berperan dalam hubungan antara FoMO dan penggunaan media sosial yang bermasalah (Servidio et al., 2024). Artinya, terkadang yang kita takutkan bukan sekadar kehilangan sebuah pengalaman, tetapi merasa bahwa diri kita tidak cukup dibandingkan dengan orang lain.
Tidak semua orang harus berjalan dengan kecepatan yang sama
Kita sering menganggap hidup memiliki jadwal yang harus diikuti: lulus pada usia tertentu, bekerja pada usia tertentu, menikah pada usia tertentu, dan mencapai pencapaian tertentu sebelum usia tertentu. Padahal, setiap orang memiliki titik awal, kesempatan, prioritas, dan perjalanan yang berbeda. Ketika melihat orang lain berjalan lebih cepat, mungkin kita tidak selalu perlu mempercepat langkah. Kita justru perlu berhenti dan bertanya:
“Apakah aku benar-benar ingin berada di sana, atau aku hanya takut menjadi satu-satunya orang yang belum sampai?”
Penelitian menunjukkan bahwa hubungan FoMO, penggunaan media sosial, dan kesejahteraan psikologis juga bersifat kompleks. Ketidakpuasan terhadap kehidupan dapat meningkatkan FoMO, yang kemudian berkaitan dengan penggunaan media sosial yang lebih bermasalah (Li et al., 2024).
Jadi, mungkin kita sebenarnya tidak tertinggal.
Kita hanya sedang berada di jalan yang berbeda.
Tidak semua pencapaian orang lain harus menjadi target kita. Tidak semua kesempatan harus kita ambil. Dan tidak semua keterlambatan berarti kegagalan.
Mungkin sudah waktunya berhenti menghitung seberapa jauh orang lain telah berjalan dan mulai bertanya: “Ke mana sebenarnya aku ingin pergi?”
Temukan Pemahaman, Tumbuhkan Perubahan
Jika perasaan tertinggal, membandingkan diri, atau tekanan dari lingkungan mulai terasa mengganggu keseharian, tidak ada salahnya untuk berhenti sejenak dan memahami apa yang sebenarnya sedang kita rasakan. WASKITA Biro Konsultan Psikologi hadir untuk membantu kamu memahami diri, menghadapi berbagai tantangan psikologis, dan menemukan langkah yang lebih sehat untuk berkembang.
REFERENSI
Fioravanti, G., Casale, S., Benucci, S. B., Prostamo, A., Falone, A., Ricca, V., & Rotella, F. (2021). Fear of missing out and social networking sites use and abuse: A meta-analysis. Computers in Human Behavior, 122, 106839. https://psycnet.apa.org/record/2021-55081-001
Li, Y.-Y., Koning, I. M., Finkenauer, C., Boer, M., & van den Eijnden, R. J. J. M. (2024). The bidirectional relationships between fear of missing out, problematic social media use and adolescents’ well-being: A random intercept cross-lagged panel model. Computers in Human Behavior, 154, 108160. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S074756322400027X
Servidio, R., et al. (2024). Fear of missing out and problematic social media use: A serial mediation model of social comparison and self-esteem. Addictive Behaviors Reports, 19, 100536. https://doi.org/10.1016/j.abrep.2024.100536
Tandon, A., Dhir, A., Almugren, I., AlNemer, G. N., & Mäntymäki, M. (2021). Fear of missing out (FoMO) among social media users: A systematic literature review, synthesis and framework for future research. Internet Research, 31(3), 782–821. https://doi.org/10.1108/INTR-11-2019-0455
Artikel Lainnya
Temukan berita dan wawasan menarik lainnya dari Biro Waskita
Spotlight Effect: Mengapa Kita Terlalu Memikirkan Penilaian Orang Lain?
04 September 2026Pernahkah Anda merasa c...
Motivasi Berprestasi Karyawan Bisa Dilatih, Bukan Sekadar Bakat
03 September 2026Dalam dunia kerja yang ...
Trauma Healing: Langkah Memulihkan Luka Batin agar Kembali Menjalani Hidup dengan Lebih Baik
02 September 2026Setiap orang pernah men...